SELAMAT DATANG DI BLOG PERMESINAN SMKN3 TPI
(("""*SMK NEGRI 3 BISA*"""))

Jumat, 21 Mei 2010

ipa

Dasar-Dasar Teknologi
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR


Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. 
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini.  Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan:
1.    pengolahan secara fisika
2.    pengolahan secara kimia
3.    pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Pengolahan Secara Fisika
Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan.  Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.


 

wira usaha

Jangan ngebayangin kalau punya usaha itu perlu modal gede, sebab tanpa modalpun sebenarnya kita bisa wirausaha. Syaratnya kita harus kreatif, punya kemauan, dan pantang menyerah. Salah contoh usahanya yaitu bikin kerajinan tangan : pigura kreatif, aksesoris dan lainnya.


Seabreg keuntungan bakal kita dapat kalau kita coba berwirausaha. Salah satunya menjadi pribadi yang mampu bekerja mandiri (berwirausaha). Ini sama artinya begitu tamat sekolah atau kuliah, kita tuh nggak sibuk nyari kerjaan.

Pendidikan kewirausahaan emang nggak bisa dikuasai dengan mudah. Menurut General Manager Batam Pos Entrepreneur School, Lisya Anggraeni, pelajaran kewirausahaan tidak hanya diajarkan secara teori semata, tapi idealnya harus diajarkan aplikasi langsung.

Semakin banyak praktek wirausaha, maka ilmunya semakin dikuasai. Secara kalau pelajaran banyak prakteknya pasti menyenangkan. Nggak salah dong, gara-gara banyak prakteknya, pelajaran kewirausahaan banyak disuka.  ”Pelajaran kewirausahaan tuh pelajaran yang mengasyikan. Kita jadi banyak tahu gimana caranya untuk wirausaha,” kata Ramlan, siswa SMKN 2 Batam.

Ramlan bilang adanya pelajaran kewirausahaan juga bisa menjadi bekal untuk masa depan. Bahkan, jika suatu hari nanti kita menjadi pengusaha sukses, kita bisa menjadi motivator buat orang-orang di sekitar agar tertarik untuk wirausaha daripada mencari pekerjaan.

Belajar kewirausahaan itu sangat bermanfaat bagi kalangan pelajar. Ini yang dirasakan Bella, siswi SMK Widya Batam.  ”Kalau entar nggak dapat kerjaan tetap. Para siswa SMK sudah punya bekal untuk wirausaha. Kan malah keren kita membuka peluang kerja bagi orang lain,”ujar Bella siswi SMK WIDYA Batam.

Lain lagi dengan pengalaman Gabriella, siswi SMKN 2 Batam ini. Bella mengaku selama belajar kewirausahaan di sekolah ia merasa pelajaran kewirausahaan ini susah-susah gampang. ”Teorinya mudah dipahami, tapi pas disuruh praktek. Susahnya minta ampun deh. Kita ditantang buat jualan,” ujar Gabriella, siswi SMKN 2 Batam ini.

Pokoknya tuh asyik banget deh belajar kewirausahaan. Selain dapat pengalaman usaha, kita juga bakal dapat untung. Lumayanlah  kita jadi bisa menabung dan nggak selalu  minta terus sama ortu. Yuk

teknik gambar

KERTAS GAMBAR
Ketas gambar yang digunakan untuk penyajian gambar teknik telah mempunyai ukuran yang sudah distandarkan. Ukuran yang banyak di gunakan adalah seri A. Ukuran ini mempunyai standar yang dinyatakan dengan angka nol di belakang huruf A (A0).
Ukuran standar kertas gambar
No
Seri
Ukuran
1
A0
841 mm  x   1189 mm
2
A1
594 mm  x    841 mm
3
A2
420 mm  x    594 mm
4
A3
297 mm  x    420 mm
5
A4
210 mm  x    297 mm


Semua ukuran kertas sudah proporsional sehingga memudahkan pengerjaan pengecilan dan pembesaran gambar. Lembar tersebut akan dengan mudah dilipat guna penyusunan dokumen dan pencariannya kembali. Ukuran yang lebih kecil relatif lebih mudah dilipat dan disimpan baik di kantor maupun di lapangan. Usahakan untuk melipat lembar kertas sekecil mungkin sehingga memudahkan penyusunan dan pencariannya (pemeriksaannya).
Untuk mendapatkan ukuran kertas yang lebih kecil dapat dilakukan dengan membagi luas seri A0, menjadi ukuran seri A  yang  lebih kecil.


PENSIL GAMBAR
Ketika kamu menggambar tidak boleh sembarangan dalam menggunakan pensil. Apabila pensil yang digunakan terlalu lunak akan menghasilkan garis tebal dan terlalu hitam sehingga tidak baik untuk menggambar. Sangat dianjurkan pensil yang kamu pakai tidak terlalu lunak, tidak cepat putus, dan dapat menghasilkan garis tipis. Ujung pensil harus tajam sehingga disarankan menggunakan pensil H,  HB atau 2B.

PENGHAPUS PENSIL
Penghapus yang kamu gunakan untuk menggambar harus lunak dan bersih.

MISTAR UKUR
Cara pemakaian mistar ukur agar mendapatkan hasil pengukuran atau penggarisan yang tepat adalah posisi strip-strip ukuran pada

MEJA GAMBAR
Kertas gambar dijepit di atas papan gambar dengan jepit yang tersedia pada papan tersebut. Pada bagian samping kiri dan bawah papan tersedia hantaran yang dapat digunakan untuk menggerakan dan memindahkan penggaris tanpa mistar harus rapat dengan kertas gambar harus mengubah posisi kertas.

MISTAR SEGITIGA
Mistar segi tiga digunakan untuk menggambar garis-garis vertikal, garis-garis dengan sudut 30, 45 dan 60 derajat, dan untuk menggambar arsiran.

GARIS
Simbol dasar dari semua gambar adalah garis. Garis menentukan batas-batas ruang, membentuk isi,menghasilkan susunan dan  menghubungkan bentuk abjad dan angka. Garis kerja dalam gambar rencana dan potongan harus tajam dan padat, dengan lebar yang sama dan nilai yang tetap. Ada lima jenis garis dasar : titik-titik, garis pendek, garis panjang, garis ekstra panjang dan garis menerus. Macam-macam garis adalah sebagai berikut.

Garis Tebal  
Garis tebal disebut   juga  garis gambar. Kegunaannya, mengambar apa yang terlihat, dan apa yang  tampak. Garis tepi atau garis batas suatu gambar.

Garis Tipis
(1/4 tebal dari garis gambar)
Kegunaannya, sebagai penolong atau garis untuk ukuran.

Garis Putus-putus Singkat
Kegunaannya adalah untuk menggambarkan bagian yang akan dibuang, dibongkar, atau menggambarkan bagian yang akan diperluas.

Garis Putus-titik/Sumbu
(1/3 tebal dari garis gambar)
Kegunaannya sebagai garis sumbu, penunjuk tempat penampang, batas lukisan bila sebagian benda yang dilukis dihilangkan.

Garis Titik-titik/Putus-putus
Kegunaannya adalah untuk menggambarkan bagian yang tidak dapat dilihat, karena letaknya dibelakang pandangan/tampak.

Text-Ads


ShoutMix chat widget