Untuk 2 phase, dalam pemakaian ada peralatan yg hanya memakai listrik 2 phase, misalnya Trafo las (tertentu), dia memakai tegangan dari phase R dan S yaitu 380 Volt. Tapi tetap saja tegangan yg dipakai dihaslikan oleh pembagkit yg dihasilkan adalah 3 phase. Dalam kasus tertentu bila sebuah penggerak/motor 3 phase ternyata mendapatkan hanya 2 phase saja, maka motor itu akan menjadi kurang GGL (gy gerak Listrrik) yg mempengaruhi Kopel putar dan bisa mengakibatkan motor terbakar, untuk itu (kadang)dipasang relay pendeteksi hilang phase yg berfungsi sgr memutuskan sumber listrik bila ada salah satu fase yg hilang... semoga membantu..
Sumber :
Teori dasar listrik
TS Star
218 hari yang lalu
0
0
Karena Listrik 1 & 3 phase sudah ada Pembangkitnya. "Belum ada" nya pembangkit Listrik 2 atau 4 phase, menjadikan "belum ada" nya alat2 yg menggunakan listrik 2 atau 4 phase. Dari Pembangkit 3 phase, bisa digunakan untuk 1 phase atau kalau mau, diambil 2 phase juga bisa. Pengkategorian listrik 1 phase bila bebannya masih rendah/kecil. Untuk beban tinggi/besar digunakan listrik 3 phase, karena lebih effisien. Contoh: 1.Dimensi Motor listrik 1 HP 1 phase 3 kali besarnya dibandingkan dengan Motor listrik 1 HP 3 phase. 2.Besar Arus (Ampere) 1HP 1 phase +/- = 3.5 Ampere. Sedangkan 1 HP 3 phase +/- = 1.2 Ampere. 3.Berdampak juga pada kabel power untuk motor 1 HP 1 phase menjadi 3 kali lebih besar dibandingkan dengan Motor listrik 1 HP 3 phase. Demikian semoga bermanfaat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar